Ketika BAB Keluar Darah, Begini Cara Mengatasinya

Tahukah Anda bahwa bentuk dan warna feses ternyata dapat mengungkap kondisi kesehatan tubuh. Ciri feses yang normal adalah tidak keras dan juga tidak cair. Warnanya tidak hitam seperti bubuk kopi atau merah. Feses dengan warna hitam atau merah menandakan adanya pendarahan di dalam saluran pencernaan.

BAB keluar darah sebaiknya tidak disepelekan. Salah satu penyebab utamanya adalah adanya ambeien atau wasir di bagian rektum atau anus. Ambeien yang menyebabkan BAB keluar darah pada umumnya sudah berada di tahap lanjut dan harus mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara Mengatasi BAB Keluar Darah

Ketika feses terlihat tidak normal, apa langkah yang harus dilakukan? Bukan hanya berwarna hitam atau merah, feses yang keluar bisa jadi disertai dengan tetesan darah. Jika hal ini terjadi, jangan panik atau khawatir berlebihan. Anda bisa melakukan beberapa hal berikut.

  • Bersihkan anus dengan air bersih

    BAB berdarah bisa jadi disebabkan oleh benjolan ambeien atau pembuluh darah pecah akibat kuatnya tekanan atau gesekan. Ini berarti bahwa bagian anus mengalami luka. Jaringan yang terbuka karena luka rentan terkontaminasi oleh bakteri atau kuman jika tidak segera dibersihkan.
    Oleh karena itu, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah segera membersihkan anus dengan air yang bersih. Meskipun akan timbul rasa nyeri, bagian anus harus dipastikan benar-benar bebas dari partikel apa pun.

  • Kompres anus dengan es batu

    Apabila rasa nyeri masih mengganggu, Anda bisa melakukan tindakan penyembuhan sementara dengan kompres es batu pada bagian anus. Kompres dingin diyakini dapat meringankan rasa nyeri sekaligus mengurangi peradangan dan perdarahan. Pembuluh darah yang dikompres dengan es akan menyempit sehingga aliran darah ke area yang nyeri yaitu anus akan lebih lambat.

    Pada saat mengompres, ada beberapa kesalahan yang seharusnya dihindari. Pertama, jangan mengompres terlalu lama. Kulit yang mengalami paparan suhu dingin terlalu lama justru bisa mengalami kematian jaringan. Lama mengompres yang ideal adalah 10-15 menit dalam tiap sesi. Setelah 10-30 menit kemudian, Anda bisa melakukan kompres ulang.

    Kedua, jangan menempelkan es langsung pada kulit karena dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan atau sistem saraf. Bungkus es terlebih dahulu dengan kain atau waslap, kemudian tempelkan pada bagian anus yang nyeri. Anda juga bisa menggunakan handuk yang telah direndam air dingin.

  • Hentikan aktivitas untuk sementara

    Apabila perdarahan yang terjadi cukup berat, sebaiknya hentikan aktivitas yang dilakukan untuk sementara. Beristirahatlah dengan cara berbaring supaya tidak membuat bagian anus tertekan.

  • Segera hubungi dokter apabila perdarahan terus berlanjut

    Apabila BAB keluar darah sedikit lalu berhenti, Anda bisa melakukan tindakan penanganan sementara. Namun, jika perdarahan terus berlanjut dan bahkan tidak berhenti, Anda harus menghubungi tenaga medis untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Perdarahan pada skala berat biasanya menyebabkan tekanan darah rendah hingga shock. Gejala shock antara lain mual, pusing, pingsan, penglihatan kabur, sesak napas, dan kulit pucat. Apabila tanda-tanda ini terlihat, Anda harus mendapatkan penanganan yang lebih serius.
Oleh dokter, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi BAB berdarah. Pertama, memberikan cairan pengganti dengan transfusi darah dan infus. Kemudian, dokter akan melakukan tindakan untuk menghentikan perdarahan yaitu endoskopi.

Ada beberapa metode yang biasa dilakukan dalam proses endoskopi. Salah satunya adalah electrocauterization, yaitu prosedur “membakar” pembuluh darah atau jaringan yang menimbulkan perdarahan dengan arus listrik. Ada pula tindakan mengikat ambeien sehingga menghambat aliran darah, disebut dengan band ligation.

Metode terakhir dengan endoscopic intravariceal cynoarcylate injection, yaitu menyuntikkan cyanoacrylate—zat khusus berupa perekat sintetis di area yang mengalami perdarahan.

Tindakan lainnya adalah langsung melakukan operasi agar perdarahan segera berhenti. Ada pula teknik embolisasi; menggunakan material khusus yang dimasukkan melalui kateter ke dalam pembuluh vena.

Supaya BAB Tidak Keluar Darah

Ketika BAB keluar darah segar, sangat wajar jika rasa waswas mulai muncul. Pasalnya, adanya darah pada feses bukan hanya disebabkan oleh ambeien, tetapi juga beberapa masalah kesehatan lain yang berat. Oleh karena itu, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebab BAB keluar darah dan sakit.

Apabila dipastikan BAB berdarah karena ambeien, lakukan beberapa tindakan pencegahan, antara lain:

  • Minum air putih dalam porsi yang cukup, minimal 8 gelas sehari. Air putih akan membantu proses pencernaan sehingga feses tidak menjadi keras dan sulit dikeluarkan.
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi serat. Makanan jenis ini juga sangat baik bagi proses pencernaan.
  • Rutin melakukan aktivitas fisik atau berolahraga setiap hari.
  • Menghindari mengejan terlalu keras pada saat melakukan BAB. Namun, sebaiknya hindari juga menahan BAB terlalu lama.
  • Tidak duduk di permukaan yang keras dalam jangka waktu yang lama. Tekanan pada saat duduk dapat menyebabkan perdarahan pada ambeien.

Tindakan-tindakan ini dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan BAB berdarah akibat ambeien pecah dan luka. Apabila tidak lagi manjur, Anda perlu memikirkan tindakan lainnya untuk menghentikan perdarahan di anus secara permanen. Bisa dengan melakukan tindakan operasi atau tindakan lainnya tanpa operasi.

Anda juga dapat mengonsumsi Ardium 1000, yang berfungsi untuk membantu meringankan wasir akut dan kronik. Produk yang dikembangkan oleh Les Laboratoires Servier (LLS) Perancis dan dipasarkan oleh PT Servier Indonesia ini dapat Anda peroleh di apotek-apotek terdekat. Pengobatan dengan Ardium 1000 secara ekonomi lebih mahal, akan tetapi manfaatnya sudah terbukti berdasarkan penelitian yang ada.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan pada saat BAB keluar darah. Penanganan yang tepat dan segera akan memastikan masalah kesehatan teratasi dengan baik. Ambeien pun tidak lagi menjadi momok yang menakutkan serta mengganggu aktivitas harian.

Anus Berdarah saat BAB. Apakah Termasuk Wasir?

Anus berdarah saat buang air besar (BAB) adalah tanda kalau pencernaan Anda bermasalah—yang bisa saja merupakan salah satu ciri ambeien dalam. Kondisi ini diakibatkan oleh meningkatnya tekanan pada pembuluh vena di sekitar rektum dan anus. Akibatnya, pembuluh darah menjadi bengkak, meradang, dan akhirnya luka.

Pembengkakan pembuluh darah akibat tekanan ini sendiri bisa disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya:
– Obesitas atau kelebihan berat badan
– Riwayat genetik
– Kehamilan
– Kebiasaan mengangkat benda berat
– Batuk berat terus-menerus
– Usia (jaringan tubuh yang makin melemah)
– Konstipasi dan sembelit
– Diare kronis
– Sering mengejan saat BAB atau melahirkan
– Kebiasaan anal seks

Hati-Hati Jika Ada Darah saat BAB. Ciri Ambeien?

Mayoritas penderita ambeien tidak sadar bahwa dirinya memiliki penyakit ini, terutama untuk kasus wasir internal karena tidak ada tanda-tanda fisik yang bisa dilihat dari luar. Gejala yang paling mudah dikenali adalah benjolan yang keluar dari lubang anus, nyeri dan gatal-gatal di sekitar anus, anus terasa panas dan bengkak usai BAB, serta keluarnya darah segar bersama feses.

Jika Anda merasakan keluhan-keluhan di atas, kemungkinan besar Anda memang menderita wasir. Meski begitu, hindari melakukan self-diagnose. Periksa dan konsultasikan pada dokter agar mendapat pertolongan medis yang tepat sesuai gejala dan faktor penyebabnya.

Ya, jangan anggap sepele jika Anda mengalami perdarahan saat BAB. Selain menjadi salah satu ciri ambeien dalam, hal ini bisa juga disebabkan oleh masalah kesehatan lain yang lebih serius.

Tips Menghindari Perdarahan saat BAB

Selain muncul benjolan di luar anus, ciri-ciri ambeien parah adalah keluarnya darah bersama feses, terlebih jika diikuti sensasi nyeri dan panas pada dubur setelah BAB. Hingga saat ini, belum ada metode pengobatan yang betul-betul dapat menyembuhkan ambeien secara permanen kecuali dengan prosedur operasi.

Pun meski sudah dioperasi, ambeien bisa saja muncul kembali dalam 5-10 tahun jika Anda tidak menerapkan pola hidup sehat yang dianjurkan dokter. Jadi pengobatan ambeien saat ini memang hanya fokus pada meringankan gejala, bukan menyembuhkan. Nah, agar wasir tak makin parah, berikut beberapa usaha yang dapat Anda coba.

  • Menjaga Berat Badan

    Kelebihan berat badan akan membuat tekanan pada pembuluh darah dekat anus makin besar. Akibatnya terjadi pembengkakan yang dinamakan ambeien. Oleh karena itu, jaga berat badan Anda tetap ideal dan jangan sampai obesitas.
    Selain aktif berolahraga, kontrol juga pola makan Anda. Hindari kebiasaan makan makanan tinggi karbo dan gula, seperti junk food, gorengan, dan alkohol/soda.

  • Aktif Bergerak

    Ambeien bisa makin parah jika Anda malas bergerak dan menghabiskan waktu dengan duduk berlama-lama. Ya, gaya hidup sedentary semacam ini tak hanya berefek buruk untuk tulang, tapi juga mengakibatkan wasir.
    Coba selingi dengan jalan-jalan sejenak jika sudah terlalu lama duduk. Ibu hamil yang lebih berisiko menderita ambeien juga disarankan untuk aktif bergerak, misalnya dari duduk ke berdiri atau berbaring ke posisi duduk. Banyak gerak akan membuat peredaran darah lebih lancar, sehingga risiko ambeien akibat penyumbatan pembuluh vena dapat diminimalkan.

  • Jangan Tunda BAB

    Menunda BAB adalah faktor yang menyebabkan perdarahan di dalam anus. Semakin BAB ditahan, semakin keras pula tekstur feses di dalam tubuh. Ini mengakibatkan Anda mengalami konstipasi dan harus mengejan kuat-kuat saat BAB.
    Nah, tekanan kuat saat mengejan inilah yang dapat membuat pembuluh darah membengkak dan terluka sehingga darah keluar bersama feses saat BAB. Rutinlah buang air besar sekurang-kurangnya 3-4 kali seminggu agar tidak terjadi sembelit.

  • Konsumsi Banyak Serat

    Untuk dapat berfungsi normal, sistem pencernaan tubuh membutuhkan serat alami dalam jumlah yang cukup. Nutrisi ini bisa didapat dari sayuran, buah-buahan berair, serta kacang-kacangan. Dengan mengonsumsi cukup serat, pencernaan akan lebih sehat, BAB makin lancar, Anda pun bebas dari konstipasi penyebab BAB berdarah.

  • Minum Banyak Air Putih

    Mengonsumsi banyak serat ternyata belum cukup kalau tak dibarengi dengan minum air putih minimal 8 gelas per hari. Kebiasaan ini akan membuat feses melunak, sehingga Anda lebih mudah mengeluarkan tinja saat BAB tanpa perlu mengejan kuat.

  • Rajin Berolahraga

    Benjolan dan perdarahan pada anus diakibatkan oleh penyumbatan pembuluh vena di sekitar rektum. Kondisi ini bisa diatasi dengan berolahraga secara rutin, setidaknya 3 kali sepekan agar aliran darah tetap lancar.
    Olahraga tak perlu yang berat. Ringan asal dilakukan secara teratur sudah lebih dari cukup. Anda bisa memulainya dengan jogging di sekitar komplek perumahan setiap pagi sebelum memulai rutinitas.

Pengobatan BAB Berdarah

Prosedur non-operasi yang diambil dokter untuk mengobati wasir disertai darah adalah dengan memberikan obat-obatan, salep, atau tempelan yang diaplikasikan langsung pada anus. Produk-produk tersebut umumnya memiliki kandungan witch hazel, lidokain, dan hidrokortison yang berfungsi meredakan nyeri dan gatal di area anus.

Nah, salah satu pengobatan untuk membantu meringankan wasir yang bisa anda coba adalah Ardium 1000 mg. Tiap tablet mengandung MPFF original dari Perancis yang merupakan bahan alami dari Citrus sinensis, yang bekerja membantu meringankan wasir. Karena bukti kemanfaatannya, produk ini telah tersedia di banyak apotek di seluruh Indonesia.

Kendati di pasaran banyak obat untuk meredakan ambeien, Anda tetap harus mengimbanginya dengan menerapkan gaya hidup sehat. Terakhir, jika benjolan tak kunjung membaik meski sudah diterapi dengan berbagai macam obat, langkah pamungkas yang harus Anda pilih untuk mengatasi wasir berdarah adalah dengan cara operasi.

Faktor Risiko Penyebab Ambeien

Selain beberapa penyebab tersebut, ambeien juga dapat semakin parah apabila seseorang memiliki salah satu faktor risiko berikut ini:

  • Usia yang tidak lagi muda

    Bagi Anda yang berusia 50 tahun atau lebih, berhati-hatilah dengan risiko ambeien. Penuaan yang terjadi secara alami pada tubuh salah satunya dapat menyebabkan perubahan pada jaringan pembuluh darah, termasuk di area rektum atau anus. Hal ini menyebabkan pembuluh darah membengkak dan menimbulkan benjolan.

    Pada lansia, sistem pencernaan juga biasanya kurang lancar sehingga menyebabkan sembelit dan berakhir pada kondisi ambeien.

  • Mengalami penyakit tertentu

    Ambeien juga dapat terjadi pada seseorang yang mengalami penyakit tertentu, di antaranya penyakit Crohn atau ulcerative colitis. Penyakit asites juga dapat memicu terjadinya ambeien. Asites adalah penumpukan cairan di rongga perut. Kondisi ini dapat disebabkan oleh penyakit kanker, gagal ginjal, liver, dan sebagainya.

Yuk, Kenali Penyebab Ambeien yang Paling Sering Terjadi

Ambeien merupakan masalah kesehatan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dikenal juga sebagai wasir, kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah vena yang berada di sekitar anus membengkak dan meradang. Ada dua lokasi terjadinya ambeien, yaitu di dalam saluran rektum (internal hemorrhoid) dan di luar anus (external hemorroid).

Ambeien tidak menular dan tidak berbahaya secara langsung. Namun, ambeien dapat terjadi pada siapa saja, termasuk pada ibu hamil. Pada tahap lanjut dapat menyebabkan rasa perih atau sakit saat melakukan BAB (buang air besar). Oleh karena itu, untuk menghindari ambeien, Anda perlu tahu apa saja penyebab ambeien yang paling sering terjadi.

Mengalami sembelit kronis

Jangan anggap sepele sembelit! Sebagian besar masalah ambeien awalnya dipicu oleh terjadinya sembelit kronis. Sembelit adalah suatu masalah kesehatan, yaitu ketika fungsi usus melemah dan tekstur feses lebih padat dan keras. Akibatnya, proses BAB menjadi lebih sulit dan tidak nyaman.

Ketika mengalami sembelit, seseorang cenderung akan mengejan terlalu keras. Tekanan yang muncul saat mengejan ini berdampak terhadap kesehatan, khususnya menyebabkan bengkak dan radang pada pembuluh darah di bagian anus.

Ada beberapa cara mengurangi risiko ambeien karena sembelit kronis. Pertama, rajin mengonsumsi makanan kaya serat, antara lain sayur-sayuran, buah-buahan, dan roti gandum. Serat adalah sahabat baik bagi pencernaan. Kedua, Anda juga perlu memastikan kecukupan konsumsi air putih setiap hari untuk kelancaran proses pencernaan.

Duduk terlalu lama

Penyebab ambeien lainnya adalah kebiasaan yang dilakukan setiap hari, yaitu duduk terlalu lama. Coba hitung dengan saksama, berapa lama waktu dalam sehari yang biasanya Anda gunakan untuk duduk? Sebagian orang merasa bahwa duduk adalah posisi yang sangat nyaman. Namun, jika duduk terlalu lama, ada sejumlah masalah yang dapat mengancam kesehatan Anda, antara lain ambeien.

Mengapa duduk saja dapat menyebabkan ambeien? Duduk terlalu lama adalah pertanda bahwa Anda kurang banyak bergerak. Akibatnya, Anda dapat mengalami kenaikan berat badan bahkan obesitas. Nah, obesitas inilah yang menjadi salah satu faktor risiko ambeien.

Ada juga yang mengatakan bahwa duduk terlalu lama dapat menyebabkan pembuluh darah yang berada di sekitar anus terisi darah lebih banyak. Karena darah terus-menerus menumpuk, lama-kelamaan dinding pembuluh darah akan membengkak.

Bukan hanya duduk di kursi, terlalu lama duduk di toilet untuk BAB juga dapat menyebabkan ambeien. Posisi anus yang otomatis meregang selama proses BAB menyebabkan dinding pembuluh darah semakin membesar. Benjolan pun akan timbul apabila otot, jaringan, atau pembuluh darah tertekan.

Sedang dalam kondisi hamil

ibu-hamil

Sebagian wanita yang sedang hamil diperkirakan pernah mengalami ambeien dalam masa kehamilannya. Biasanya, risiko terjadinya ambeien akan terus bertambah pada kehamilan berikutnya. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Ketika usia kehamilan semakin tua, rahim pasti akan semakin membesar dan menyebabkan terjadinya tekanan ke arah panggul. Tekanan ini juga dapat menekan pembuluh darah, baik yang ada di usus besar maupun vena cava inferior.

Akibatnya, aliran darah yang kembali ke jantung terhambat. Pembuluh darah, terutama yang berada di anus dan bawah rahim, semakin membesar. Inilah penyebab ambeien pada wanita yang tidak bisa dihindari.

Bukan hanya tekanan dari rahim, pemicu terjadinya pembengkakan pembuluh darah bisa juga karena perubahan hormon. Menjelang persalinan, risiko ambeien semakin besar akibat adanya kontraksi sebelum melahirkan. Pasalnya, kontraksi membuat otot-otot yang ada di sekitar anus menjadi lebih tegang. Jadi, wajar saja jika seorang wanita tiba-tiba mengeluh ambeien usai melahirkan.

10 Penyebab Ambeien yang Patut Diketahui, Salah Satunya Kehamilan

Ambeien menjadi salah satu kendala ketika buang air besar, karena rasa nyerinya yang begitu menyakitkan.

Ambeien atau wasir merupakan kondisi patologis membengkak atau meradangnya Hemorrhoid dalam saluran anus yang membantu kontrol buang air besar.

Ambeien memiliki gejala patologis sesuai dengan jenis. Penyebabnya terkadang berasal dari hal-hal kecil yang tidak terduga. Berikut penyebab ambeien dari berbagai sumber:

Kurang Cairan Tubuh dan Asupan Serat

Melansir dari halodoc.com bahwa tubuh yang cukup asupan serat dan cairan akan mempermudah dalam mengeluarkan kotoran.

Hal ini tentu akan menjaga kesehatan usus, sehingga pencernaan jadi lebih lancar. Selain itu waktu yang Anda butuhkan di kamar mandi menjadi lebih singkat.

Ketika cairan tubuh dan serat tidak tercukupi, maka pembuluh darah di anus bisa tertekan yang mengakibatkan wasir.

Kelamaan Duduk di Toilet

Penyebab ambeien selanjutnya masih dari kutipan yang sama, yakni kebiasaan duduk terlalu lama di toilet. Semakin lama Anda duduk ketika buang air besar, maka semakin bertumpuk pula darah yang mengalir ke pembuluh darah, sebagai dampak gravitasi.

Penumpukan darah tersebut akan memicu risiko terkena ambeien. Bagi Anda yang bermain gadget sambil buang air besar, sebaiknya cobalah untuk mengurangi kebiasaan ini.

2 dari 8 halaman

Mengejan Terlalu Kuat atau Sembelit Kronis

ilustrasi buang air besar

medicalnewstoday.com

Seringnya susah BAB membawa kebiasaan untuk mengejan terlalu kuat. Apalagi bagi Anda yang kerap mengalami sembelit kronis, yang disebabkan melemahnya fungsi usus hinga mengakibatkan feses jadi lebih keras dan padat.

Melansir dari hellosehat.com, tekanan yang terlalu kuat saat mengejan lambat laun membuat pembuluh darah dalam rectum dan anus membengkak. Pembuluh darah anus terlepas dari otot dan ligamen yang normalnya bertugas untuk menjaganya.

3 dari 8 halaman

Terlalu Lama Duduk

Penyebab ambeien selain duduk atau jongkok di toilet terlalu lama, ternyata kebiasaan duduk lama juga tidak baik. Masih dari lansiran yang sama, menghabiskan waktu berjam-jam untuk duduk selama seharian bisa menimbulkan penumpukan darah di sekitar anus.

Biasakan untuk bergerak dan aktivitas ringan supaya otot bekerja seimbang. Darah yang menumpuk lama itu bisa memperbesar dinding pembuluh darah dan akhirnya membengkak, hingga berisiko ambeien.

4 dari 8 halaman

Proses Kehamilan

Penyebab ambeien yang dialami oleh sekitar 35 persen wanita selama masa kehamilannya. Mengutip dari hellosehat.com, bahwa semakin tua usia kehamilan, rahim akan ikut membesar dan menekan panggul.

kilustrasi hamil

2013 Merdeka.com

Tekanan rahim tersebut akan menekan pembuluh darah yang ada di usus besar dan vena cava inferior. Vena cava inferior merupakan pembuluh besar yang ada di sisi kanan tubuh, yang bertugas menerima darah mengalir dari bagian bawah tubuh.

Peningkatan tekanan dan ukuran rahim dapat menghambat aliran darah kembali ke jantung, akhirnya pembuluh darah di bawah rahim dan anus membesar.

5 dari 8 halaman

Kontraksi Persalinan

Penyebab ambeien berikutnya yang dialami oleh wanita lagi, ialah saat proses persalinan. Terjadinya kontraksi selama proses persalinan bisa menyebabkan otot-otot di sekitar anus menegang. Akhirnya memicu munculnya ambeien atau wasir yang sebelumnya belum pernah dialami.

Mengangkat Beban Berat

Siapa sangka mengangkat beban berat bisa menjadi salah satu penyebab ambeien yang terkesan ringan. Melansir dari Liputan6.com, beberapa kali mengangkat benda berat bisa menimbulkan ambeien karena ada penumpukan tekanan di bagian rectum.

Tekanan tersebut akan mempengaruhi aliran darah dan membuat pembuluh darah menjadi bengkak, akhirnya muncullah ambeien.

6 dari 8 halaman

Sering Konsumsi Minuman Beralkohol

Penyebab ambeien yang berasal dari kebiasaan suka mengonsumsi minuman beralkohol. Mengutip dari halodoc.com, minuman memabukkan ini bisa menyebabkan dehidrasi.

Dehidrasi yang meningkat atau kekurangan cairan tubuh bisa mengganggu sistem pencernaan dan susah BAB. Akhirnya meningkatlah risiko sakit ambeien.

7 dari 8 halaman

Usia Menua

ilustrasi orang tua

CC0 Public Domain

Penyebab ambeien berikutnya karena usia yang bertambah, yakni orang dewasa sekitar 50 tahun ke atas setidaknya mengalami ambeien sekali.

Melansir dari hellosehat.com, kondisi tubuh yang menua secara alami menyebabkan perubahan jaringan pembuluh darah. Jaringan pembuluh di sekitar rectum dan anus semakin lama akan melemah dan meregang. Akhirnya membuat bagian sekitarnya rentang bengkak dan benjol, salah satunya ambeien.

8 dari 8 halaman

Kurang Aktivitas

Penyebab ambeien yang terakhir berasal dari kebiasaan yang bermalas-malasan untuk banyak aktivitas. Setidaknya jika Anda sedang tidak ingin olahraga, perbanyaklah gerakan-gerakan ringan sebagai gantinya.

Apabila Anda terpaksa bekerja dengan berjam-jam duduk di depan komputer, cobalah untuk sedikit meluangkan waktu berjalan kaki sejenak. Kemudian selang beberapa jam berdiri dan meregangkan otot di dekat meja kerja Anda.

Itulah beberapa penyebab ambeien yang patut diketahui sebagai pencegahan supaya tidak mengalami atau kambuh bagi yang sudah pernah. Memperbanyak konsumsi makanan sehat juga baik dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan sebagai upaya mencegah ambeien. Semoga bermanfaat.

5 Fakta Tentang Penyakit Ambeien yang Perlu Anda Tahu!

Apakah Anda pernah mengalami ambeien? Sebagian orang mungkin tidak terlalu menyadari bahwa sedang mengalami gangguan kesehatan yang disebut ambeien. Pasalnya, ambeien level ringan bersifat tidak terlalu mengganggu. Rasa perih hanya kadang-kadang muncul, yaitu ketika sembelit menyerang dan proses BAB lebih sulit.

Sesungguhnya, penyakit ambeien bisa dihindari. Caranya adalah dengan selalu menerapkan gaya hidup sehat. Dengan demikian, bahaya ambeien dapat diminimalisir. Nah, selain perihal penyebab penyakit ambeien dan cara menghindarinya, ada beberapa fakta lain yang seharusnya Anda tahu. Berikut di antaranya:

1. Makanan pedas ternyata tidak menyebabkan ambeien

Ada orang yang takut mengonsumsi makanan pedas karena khawatir akan memicu terjadinya ambeien. Menurut pakar kesehatan dari Universitas Indonesia, dr. Ari Fahrial Syam, makanan pedas ternyata tidak memiliki pengaruh atau dampak besar terhadap risiko ambeien.

Ambeien umumnya terjadi karena inflamasi atau peradangan pada pembuluh darah vena di anus karena mengalami tekanan. Kegiatan mengejan ketika BAB adalah penyebab utama tekanan pada anus. Mengejan dilakukan saat memaksakan BAB. Feses tidak keluar dengan mudah akibat kurangnya konsumsi serat.

Nah, sensasi panas pada anus ketika BAB bisa jadi disebabkan oleh tempelan senyawa pedas yang masih tersisa. Jadi, senyawa ini akan semakin menambah rasa tidak nyaman ketika BAB dalam kondisi mengalami ambeien.

Dalam sebuah penelitian yang tercatat di artikel Disorders of Colon and Rectum, makanan pedas tidak akan memperparah kondisi ambeien. Namun, makanan pedas dapat menyebabkan masalah pada sistem pencernaan. Hal inilah yang kemudian membuat kondisi ambeien terpengaruh. Jadi, jelas bahwa tidak ada pengaruh secara langsung antara makanan pedas dan ambeien.

2. Penyebab ambeien terbanyak adalah karena gaya hidup

Baik penyakit ambeien dalam maupun panyakit ambeien luar sama sekali tidak menyenangkan. Namun, masih ada orang yang meremehkan penyebab paling umum dari penyakit ambeien. Pada dasarnya, ambeien timbul karena gaya hidup yang tidak sehat.

Salah satu di antaranya adalah kurangnya konsumsi serat pada menu makanan. Serat biasanya banyak terdapat di sayur-sayuran dan buah-buahan. Sejumlah makanan lain juga mengandung serat tinggi, seperti olahan gandum. Masalahnya, banyak orang yang tidak terlalu peduli terhadap pola makan dan menu yang dikonsumsi setiap hari. Dampaknya adalah sembelit yang memicu ambeien.

Gaya hidup lainnya yang banyak dilakukan oleh masyarakat modern adalah duduk terlalu lama. karena porsi gerakan sangat sedikit, pencernaan menjadi bermasalah. Gerak tubuh yang minim juga dapat memicu terjadinya obesitas karena energi tidak digunakan. Nah, duduk terlalu lama akan membuat pembuluh darah pada bagian bawah tubuh semakin melebar dan memicu pembengkakan atau peradangan.

3. Tingkat keparahan ambeien berbeda-beda

Fakta selanjutnya yang perlu Anda pahami seputar ambeien adalah tingkat keparahannya berbeda-beda. Pada tahap pertama, ambeien biasanya tidak terlalu mengganggu aktivitas. Bahkan, ambeien mungkin tidak disadari oleh penderita. Rasa perih yang timbul hanya berlangsung sesaat dan kemudian hilang.

Akan tetapi, tekanan yang terjadi terus-menerus terhadap pembuluh darah di bagian anus akan membuat kondisi ambeien semakin parah. Ambeien berupa benjolan akan perlahan keluar dari anus hingga tidak bisa lagi dimasukkan. Kondisi ini tentu sangat mengganggu, terutama kalau sedang dalam kondisi duduk.

Pada kondisi selanjutnya, benjolan tersebut sudah tidak bisa dimasukkan melalui anus. Berada di luar, ambeien rentan pecah. Bukan hanya merasakan nyeri, ambeien yang pecah akan meninggalkan luka. Jika tidak dibersihkan, titik ini bisa mengalami infeksi karena terkontaminasi bakteri dari bagian anus.

4. Bahaya penyakit ambeien jangan disepelekan

Penyembuhan ambeien seharusnya segera diusahakan, bahkan sebelum benjolan pecah. Pasalnya, infeksi yang terjadi dapat menimbulkan komplikasi terhadap kesehatan. Komplikasi bisa dalam bentuk abses, mulai dari tingkat ringan hingga parah.

Bukan hanya tidak boleh disepelekan, luka pada ambeien seharusnya dibersihkan dengan tuntas, terutama usai melakukan BAB dan BAK. Hal ini perlu dilakukan guna menghindari terjadinya infeksi. Untuk mengurangi rasa nyeri, Anda juga dapat berendam di air panas yang bersih. Selanjutnya, berikan perawatan yang tepat pada bagian luka.

5. Ambeien dapat diatasi dengan beberapa cara

Nah, fakta terakhir mengenai penyakit ambeien adalah proses penyembuhan yang bisa dilakukan. Berkat kecanggihan teknologi, ambeien kini dapat diatasi dengan berbagai cara. Ada cara penyembuhan dengan operasi, ada pula tanpa operasi. Masing-masing orang dapat memilih cara penyembuhan yang sesuai dengan keinginan atau kondisi ambeien.

Penyembuhan dengan operasi adalah melalui hemoroidektomi. Operasi dilakukan untuk mengangkat jaringan atau benjolan pada ambeien. Dengan operasi ini, diharapkan risiko perdarahan pada ambeien dapat dikurangi. Namun, yang perlu diperhatikan adalah perawatan pasca-operasi. Anda harus jeli dan cermat dalam menjaga agar luka tersebut tidak terkontaminasi bakteri.

Penyembuhan tanpa operasi adalah dengan melakukan ligasi pita karet, yaitu mengikatkan pita karet kecil pada area ambeien. Setelah beberapa lama, bagian benjolan yang diikat akan rontok dengan sendirinya. Cara kedua adalah dengan prosedur skleroterapi, yaitu menyuntikkan larutan khusus pada ambeien sehingga benjolan mengempes.

Cara lainnya adalah dengan menggunakan Ardium 1000, yaitu produk yang dikembangkan oleh Les Laboratoires Servier (LLS) Perancis, dan dipasarkan oleh PT Servier Indonesia. Produk ini berfungsi untuk membantu meringankan wasir akut dan kronik.

Nah, itulah beberapa fakta menarik tentang ambeien yang perlu diketahui. Fakta-fakta ini akan membantu dalam mengatasi keluhan ambeien maupun mengambil tindakan-tindakan yang tepat sebelum ambeien bertambah parah. Akan lebih baik lagi jika Anda bisa menghindari atau meminimalisasi risiko terjadinya ambeien. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati? Semoga ulasan singkat ini bermanfaat!

Apakah Pengidap Wasir Harus Dioperasi?

Wasir merupakan vena yang membengkak, bisa di dalam atau pun di luar rektum. Sebagian besar wasir sembuh sendiri dalam waktu dua minggu tanpa pengobatan. Umumnya, dengan mengelola pola makan serta minum air rutin 8-10 gelas setiap hari dapat membantu gerakan usus lebih lembut dan teratur. Jadi, tidak selamanya wasir membutuhkan tindakan operasi. Tergantung seberapa parah kondisi wasirnya.

Biasanya kalau sudah mengalami wasir, kamu disarankan untuk tidak mengejan terlalu keras atau pun duduk dan jongkok terlalu lama di WC. Sebab, kegiatan tersebut hanya akan mengakibatkan pembengkakan yang lebih parah lagi. Memperbaiki pola makan dan gaya hidup biasanya sudah cukup untuk menyembuhkan wasir dengan sendirinya. Baca juga: Tips Squat yang Efektif untuk Mengencangkan Paha

Menghindari makan pedas, jangan terlalu banyak minum kopi, tidak minum minuman bersoda, serta memperbanyak serat dan air putih adalah cara-cara untuk meredakan wasir. Biasanya, beberapa gejala wasir ketika kumat adalah rasa nyeri pada anus, gatal, serta pembengkakan vena yang tidak biasa. Kalau kamu sudah mengalami tanda-tanda demikian, ada baiknya kamu mulai memperbaiki pola makanmu.

Jangan-jangan belum lama ini kamu mengonsumsi makanan yang memicu wasir jadi kumat. Ternyata selain pola makan, wasir juga bisa muncul atau kumat karena stres. Selain stres, beberapa faktor yang memicu wasir adalah:

  1. Menahan-nahan buang air besar padahal sudah ada rangsangan untuk “ke belakang”. Kebiasaan seperti ini akan membuat feses menjadi keras dan susah dikeluarkan. Pun, melemahkan kerja rektum sehingga memicu wasir.
  2. Mengalami diare hebat juga bisa memicu wasir. Pasalnya, berulang-kali buang air besar akan membuat rektum malah terluka dan bisa jadi munculnya pembengkakan pada vena.
  3. Sanitasi yang tidak higienis dan kurangnya perhatian pada area genital dan anus dapat menyebabkan bagian privat tersebut teriritasi. Untuk wanita pada khususnya,  akan mengalami iritasi pada area bokong dan anus karena penggunaan pembalut yang tidak sesuai. Jagalah kebersihan area tersebut untuk menghindari infeksi yang tidak diinginkan.

Tanda Kalau Wasir Harus Dioperasi

Tanda-tanda wasir sudah sangat mengganggu adalah pembengkakan vena yang sudah melewati anus. Pembengkakan tersebut mengalami ketegangan disertai rasa sakit dan sudah sangat mengganggu aktivitas, seperti tidak bisa duduk. Artinya, tindakan operasi diperlukan untuk mengobati wasirmu.

Kalau kamu tidak mengganti pola hidup dan tetap melakukan kebiasaan yang dapat memicu timbulnya wasir, bisa jadi wasirmu muncul lagi. Bukan tak mungkin kamu akan memerlukan tindakan operasi lagi kalau wasirmu jadi parah. Makanya, upayakan untuk menjaga pola hidup baik dan sehat.

Sistem metabolisme yang baik akan “menyelamatkanmu” dari gejala wasir. Olahraga adalah aktivitas paling efektif untuk menjaga agar metabolisme tubuh tetap berjalan baik. Pun, olahraga rutin dapat meningkatkan kinerja usus, supaya dapat mencerna makanan dengan maksimal.

Olahraga yang baik untuk pengidap wasir adalah yoga, karena biasanya latihan yoga sejalan dengan latihan pernapasan, menguatkan otot perut, serta mengencangkan kinerja otot secara keseluruhan.

4 Fakta Seputar Wasir yang Perlu Diketahui

Wasir terjadi saat pembuluh darah balik (vena) pada daerah rektum atau anus mengalami pembengkakan dan peradangan. Hal ini menyebabkan terhambatnya aliran darah dari pembuluh balik (vena). Sayangnya, jenis penyakit ini sering diabaikan bahkan disepelekan karena tumbuh dan berkembang di lokasi yang “tersembunyi”.

Alhasil, seseorang sering terlambat menyadari masalah ini. Padahal, pertumbuhan wasir bisa sangat mengganggu dan membuat pengidapnya sulit beraktivitas. Dampak wasir yang cukup khas adalah pengidapnya kesulitan untuk duduk dengan tenang.

Wasir sering dialami oleh orang-orang yang mengalami kesulitan buang air besar (BAB) alias konstipasi. Selain itu, wasir alias ambeien juga sering diidentikkan dengan keluarnya darah saat mengeluarkan feses. Benarkah hal tersebut? Nah, biar enggak salah, yuk cari tahu fakta seputar ambeien yang wajib diketahui!

  1. Makanan Pedas Penyebab Wasir

Salah satu kebiasaan yang dipercaya dapat menyebabkan wasir adalah makan pedas. Namun, jangan khawatir, hal tersebut hanya mitos belaka. Kebiasaan mengonsumsi makanan pedas memang bisa membuat seseorang mengalami sakit perut bahkan diare, tapi bukan penyebab langsung wasir.

Hal ini bisa berubah menjadi wasir jika diare terjadi secara terus menerus dalam waktu yang lama. Untuk menghindarinya, batasi jumlah konsumsi makanan pedas. Selain untuk mencegah wasir, makan pedas secara berlebihan pun bisa memicu terjadinya masalah pencernaan lain.

  1. Hanya Dialami Orangtua

Risiko wasir memang lebih tinggi pada orang yang sudah berumur, tapi bukan berarti anak muda tidak bisa mengalami wasir. Nyatanya, ada kebiasaan sehari-hari yang bisa memicu seseorang mengalami wasir bahkan di usia muda. Salah satunya adalah kebiasaan duduk terlalu lama.

(Baca juga: Kerja Kantoran Terlalu Lama Duduk, Waspada Ambeien)

Ambeien identik dengan orangtua karena umumnnya seiring bertambah usia, fungsi organ tubuh pun mengalami penurunan. Selain itu, usia tua juga menjadi waktu “menuai” kebiasaan makan yang buruk dan masalah lain yang sudah berlangsung lama.

  1. Ada 2 Jenis Wasir

Berdasarkan lokasi tumbuhnya, wasir dibedakan menjadi dua yaitu wasir interna dan wasir eksterna. Perbedaan pada kedua jenis wasir ini adalah lokasi pembuluh darah yang mengalami pelebaran. Jika pembuluh darah yang meradang berlokasi di dalam bagian bokong, maka disebut sebagai wasir interna. Sebaliknya, saat pembengkakan terjadi pada pembuluh yang ada di bagian luar, dinamakan wasir eksterna. Seseorang bisa saja mengalami wasir interna, wasir eksterna atau keduanya.

  1. Keluarnya Darah Berarti Wasir

Salah satu gejala yang khas dari ambeien adalah perdarahan yang terjadi saat BAB. Meski benar, nyatanya gejala ini tidak melulu berarti wasir. Sebab keluarnya darah saat BAB bisa menjadi tanda penyakit lain yang lebih berbahaya, yaitu gejala kanker kolorektal.

Tanda ini sering disalahartikan sebagai wasir. Sebab gejalanya cenderung sama, yaitu bercak darah yang terdapat pada feses. Perbedaan dari dua penyakit ini adalah letak tonjolan. Pada wasir, tonjolan atau benjolan berada pada anus, sementara benjolan kanker kolorektal ada pada rektum atau kolon. Rektum merupakan bagian akhir dari usus besar yang terletak sebelum anus. Fungsinya untuk menampung feses sebelum dikeluarkan melalui anus.

5 Kebiasaan untuk Mencegah Wasir

Wasir atau hemoroid adalah pembengkakan dan peradangan pembuluh darah vena di rektum atau anus. Jika masih ringan, biasanya wasir tidak menimbulkan gejala. Namun, pada kasus yang ringan pun beberapa tanda dan gejala wasir juga bisa dirasakan seperti berikut ini:

  • Perdarahan setelah buang air besar. Darah berwarna merah terang dan biasanya menetes di akhir buang air besar.
  • Terdapat benjolan di luar anus. Benjolan biasanya dapat diraba ketika buang air besar. Benjolan dapat masuk spontan ke dalam anus atau jika sudah berat, perlu dimasukkan dengan bantuan jari tangan.
  • Nyeri, kemerahan, dan pembengkakan di sekitar anus. Hal ini terutama dirasakan jika terdapat penekanan pada anus, misalnya saat mengejan atau duduk terlalu lama.
  • Gatal-gatal di sekitar anus juga terkadang dapat dirasakan.

Agar dapat menghindarinya, kamu pun perlu tahu kebiasaan untuk mencegah wasir. Penyakit ini bisa dihindari dengan melakukan hal-hal sederhana untuk meningkatkan kesehatan kamu. Yuk, cari tahu kebiasaan untuk mencegah wasir berikut ini:

  1. Minum banyak air putih. Hal ini dapat membantu melunakkan feses sehingga kamu enggak perlu terlalu mengejan. Ini karena kebiasaan mengejan saat buang air besar dapat menyebabkan wasir.
  2. Perbanyak konsumsi serat. Banyak makan sayur, buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan dapat membantu melancarkan buang air besar.
  3. Hindari menunda buang air besar karena semakin lama feses tidak dikeluarkan, maka penyerapan air oleh usus semakin banyak. Akibatnya feses menjadi lebih keras dan kering. Hal ini “memaksa” kamu untuk mengejan kuat saat buang air besar dan berakibat wasir.
  4. Lakukan olahraga secara teratur. Hal ini dapat membantu mencegah sembelit, membantu menurunkan tekanan darah, dan membantu menurunkan berat badan.
  5. Hindari obat-obatan yang memiliki efek samping sembelit, contohnya obat-obatan yang mengandung codein.

Kerja Kantoran Terlalu Lama Duduk, Waspada Ambeien

Duduk diam untuk waktu yang lama adalah makanan sehari-hari bagi para pekerja kantoran. Namun, benarkah kebiasaan yang satu ini bisa meningkatkan risiko seseorangan mengalami ambeien alias wasir?

Ambeien terjadi saat pembuluh darah balik (vena) pada daerah rektum atau anus mengalami pembengkakan dan peradangan. Penyakit ini sering disepelekan karena tumbuh dan berkembang di lokasi “tersembunyi” yang membuat seseorang abai dan terlambat menyadari kondisi ini. Padahal, pertumbuhan wasir bisa sangat mengganggu dan membuat pengidapnya sulit beraktivitas. Salah satu dampak yang cukup khas dari ambeien adalah membuat pengidapnya kesulitan untuk duduk dengan tenang.

(Baca juga: Hati-hati, Ini yang Bisa Terjadi jika Terlalu Banyak Duduk)

Berdasarkan lokasi tumbuhnya, wasir dibedakan menjadi dua yaitu wasir interna dan wasir eksterna. Perbedaan pada kedua jenis wasir ini adalah lokasi pembuluh darah yang mengalami pelebaran. Jika pembuluh darah yang meradang berlokasi di dalam bagian bokong, maka disebut sebagai wasir interna. Sebaliknya, saat pembengkakan terjadi pada pembuluh yang ada di bagian luar, dinamakan wasir eksterna. Seseorang bisa saja mengalami wasir interna, wasir eksterna atau keduanya.

Pada kondisi ini, hal pertama yang dilakukan untuk mengatasi wasir adalah mengubah pola makan dan menghindari kebiasaan mengejan saat buang air. Pasalnya, kebiasaan mengejan terlalu keras  bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya ambeien.

Jika wasir sudah semakin parah dan mulai mengganggu, biasanya perlu dilakukan pengobatan lebih lanjut dengan pemberian obat-obatan tertentu. Namun jika tak kunjung membaik, dokter mungkin akan mengusulkan untuk melakukan prosedur operasi untuk mengatasi masalah ini. Tingkat keparahan wasir pun dibagi ke dalam beberapa tingkatan. Pada tingkat rendah, yaitu tingkat I dan II, biasanya wasir dapat diatasi dengan terapi obat.

Pekerja Kantoran dan Wasir

Mengaitkan kebiasaan duduk terlalu lama dengan risiko ambeien sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Nyatanya, kondisi ini memang bisa memicu terjadi tekanan pada pembuluh darah, terutama di sekitar bokong, yang pada akhirnya bisa menjadi penyebab wasir.

Meski penyebab pasti dari ambeien masih belum diketahui hingga kini, banyak yang percaya bahwa kebiasaan duduk dalam waktu yang lama juga memengaruhi. Sebab tekanan yang terjadi saat duduk dapat menyebabkan pembuluh darah pada bokong membengkak atau mengalami peradangan. Artinya, orang kantoran memiliki risiko untuk mengalami hal ini. Apalagi jika dibarengi dengan kebiasaan hidup yang kurang sehat, seperti:

  1. Kurang Makan Serat

Mengonsumsi serat sangat  penting untuk menjaga pencernaan tetap sehat. Nah, saat seseorang kurang mengonsumsi zat gizi yang satu ini, risiko mengalami konstipasi alias sembelit akan semakin tinggi dan pada saat yang sama, ambeien pun menjadi ancaman.

  1. Obesitas

Kelebihan berat badan alias obesitas juga menjadi faktor pemicu ambeien. Maka cara terbaik untuk mengurangi risiko adalah dengan menjaga berat badan tetap ideal.

  1. Kurang Olahraga

Olahraga adalah satu kegiatan yang penting dan harus dilakukan secara rutin. Tujuannya adalah untuk menjaga tubuh tetap bugar dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga terhindar dari serangan penyakit.

Sekalipun kamu adalah pekerja kantoran yang lebih banyak berkutat dengan komputer dan meja kerja, olahraga tetap perlu. Dan tak dapat dimungkiri, mengambil sedikit waktu untuk berolahraga di tengah aktivitas kantor bisa menurunkan risiko ambeien.